Posts

Pemalas Bodoh

Dalam ruang yang lapang Di antara ramai pencari Di atas meja yang mulai goyang Terpojok disana menutup pandang Sosok Raga Pemalas Bodoh pula Mereka mencari Pemalas tak perduli Mereka dapat Pemalas Bodoh Metopel,28 Maret 2019

LIBUR

Aku tak ingin libur Dalam gelap malam aku tak ingin Dalam Jeda antara gerimis dan hujan Pun aku tak ingin Di sela-sela hembusan napas tak ingin pula Aku tak ingin libur Memikirkanmu kesibukan ku Pertemuan denganmu Percakapan yang kita nikmati Meneduh kala hujan Duduk-duduk yang kita rencanakan Sungguh aku tak ingin libur Perpisahan denganmu... Sungguh aku tak ingin

Dasar Kau Cinta!!

Dasar kau cinta!! Akalku mendangkal  Sulit ternyata mecari hal menarik Menjadikan arah bercerita denganmu Aku hanya tak ingin Arah cakap kita seperti lelaki biasanya Sudah lapuk dan tak lagi asyik Semakin mendangkal pula akalku Tapi ku tetap senang Berharap pula aku kau nyaman Agar senang cerita kita Lalu bersambung hari ke hari Dasar kau cinta!! Kau bodohkan aku Kemana kata kau lempar Kini ku bingung Kata mana yang menarikmu Lalu menyamankan mu Dasar kau cinta!! Sudah tenanglah Beri ku kata Lalu kami bercerita

Surat (Yang) Malang

Hai... Apa kabar kau disana? sudah lama kita tak lagi saling terhubung,berjauhan mencipta jarak layaknya langit dan bumi. ku lihat di dinding-dinding maya itu,sepertinya kau semakin bahagia ya, tak seperti saat bersama kita dulu. bodohnya aku yang tak mampu memberi itu, maaf ya.. kemarin telah lama sekali berlalu, tak mengerti aku alur mana yang membawa kita ke penghujung yang bisu ini. padahal sesaat sebelum itu, masih ada kata diantara kita,yang menjadi penghubung kita menjadi apa yang ku sebut teman. sekedar status itu saja sudah cukup bagiku sebenarnya, tapi mengapa kita bisu begini? seperti seolah kau dan aku hanya sebagai abang dan kakak kelas saja.  bodohnya aku, maaf ya. melepsmu lalu berkunjung  setelah kau telah dengannya, hingga mengusik ketenangannya, sang kumbang mu yang gagah bagimu lemah bagiku. kasar sekali dia, seperti kaca yang terlempar pecah lalu tak jadi lagi.  apa kabar dirimu??? bertahankah kebahagiaan itu bersamamu???  ...

Tak Lagi Ada Kata

Baru saja kemarin aku menyindirmu Seakan cerita masih bisa kita sempatkan Baru saja aku memikirkanmu Mungkinkah kau bercerita kembang yang mekar disana Mungkin juga aku yang masih sepi Aku tak mengerti.... Kau kembang atau dia kumbang Kini kata terkunci terbuang hilang antara kita Aahh... Aku lupa memang tak lagi ada kita Kau biarkan kumbangmu memutus kisah Kumbang merasa hebat lalu memghembusku Aku daun tua Sedang lebih dulu aku tumbuh Sedang aku lebih mengenal dan mencintaimu Hingga kini aku terbaring ditanah Daun tua yang memandangmu indah Kandas sudah.... Tak lagi ada kita Tak lagi ada kata Tak lagi ada kisah Semua usai sudah Dan kau...  Berbahagialah... 

Rindu (Yang) Malang

Sepokok rindu yang tumbuh dan terawat Menjulang rantingnya tinggi sendiri Mengakar cinta yang dinantikan Namun entah dimana Garis-garis waktu mengalur lalu Rindu semakin tumbuh dan berbunga ia Hingga tiba di penghujung penantian Kekasih tak kunjung tiba Nyatanya kekasih... Menjelma bunga yang mekar Dipetik orang di perantauan Hingga tak lagi sampai  Semerbak yang dahulu dicandui Tersisa tanah yang dahulu ia disana Dan rindu yang semakin tua Kasih takkan lagi sampai Rindu kini daun yang gugur terlupa Menggila ditelan cintanya sendiri Kekasih tak perduli Rindu mati hari tetap berganti Kekasih yang dinanti ingkar janji Termakan ambisi Hidup makan hati Rindu (yang) malang ...

Bisakah???

Kemarin berlalu sudah Matahari tak kembali Ruang harmoni kini semakin redup Tak lagi ada Aku keliru... Permainanku berujung gelap Ruang harmoni gelap sudah Semakin gelap Hingga mungkin sirna Bisakah?? Kita tetap jalani Bersama lagi kita ciptakan harmoni hingga bahagia lagi Bisakah?? Kita tak sampai disini Kembali saat bahagia dan harmoni masih memenuhi Memenuhi hari ke hari Menambah senang hati Bisakah kita kembali?? Bisakah kita?? Bisakah??