Posts

Showing posts from January, 2018

KISAH KITA

Di bawah bulan purnama januari ini mulai kutuliskan kisah ini, tentang perjalanan ku meyakinkanmu tentang apa yang ku rasa. Kita bersama mungkin. Aku telah lama memperhatikan mu, sejak dulu.aku hanya mencari tau tentang dirimu,merasa dekat saat perpulangan terakhir kita, perjalanan kita terpisah,aku harus tetap maju melangkah ke depan setelah hari itu,dimana aku tak lagi bisa mencari tau tentang mu dan dihimpun khawatir bagaimana aku dapat bersambung cakap lagi dengamu. Perlahan aku menutup diri mencoba lupa tentang mu. Ku rasa dirimu perlu tau, hari- hari itu aku sempat tertarik dengan wanita yang juga indah,dan nyaman dengan nya dan aku merasa jatuh di depannya, jatuh hati yang banyak orang tak bisa menolaknya, aku merasa ada harapan padanya dan merasa jika aku berusaha dan berjuang untuknya tak akan sia- sia, namun semua tak bisa ku kendalikan, dia punya kehendak memilih dan aku terbuang dari kisah hidupnya. Dulu yang selalu kami habiskan dengan cerita yang kami tuangkan tinggal k...

BODOH!!!!

Image
Hentikan permainanmu perhatikan langkahmu!!!Sebentar lagi kau kan terjatuh.Mereka tak dapat membantu,mereka hanya tertawa melihatmu...menertawakan kebodohan kalian.kau hampir jatuh,hentikan semuanya!!!hari - harimu terlah berlalu dan sia-sia.Hari esok kau belum tentu sampai mungkin pun takkan sampai.kau hanya akan berakhir dalam penyesalan yang dalam,di dalamnya sulit bernafas. Kau akan  mati memgapung jadi bangkai lalu mereka mungkin akan bersedih memang,lalu mereka akan pula perlahan melupakanmu. Atau mungkin mereka tak akan menyayangkan kepergian mu. Mereka mungkin akan melewatinya biasa saja tanpa air mata tanpa kesedihan,biasa saja seperti seolah kau tak pernah ada diantara mereka. Mungkin kau bisa kembali,pada apa saja yang kau lewatkan atau kau tinggalkan dan kau tak sukai,yang kau anggap tak pernah penting,yang kau anggap sebagai beban. Tapi begitulah seharusnya,tidak selalu ada hal yang kau suka ,kau harus sabar . "Tapi aku tak bisa kembali kesana,kehidupan itu terlalu...

SUNYI

Bukan lagi tentang cinta Bukan lagi tentang harapan Tapi saat ini...  Aku hanya mengharap kebebasan jiwa  Aku hanya mengharap semua bisa Aku seperti terjebak Dalam kata yang tak mampu terucap  Namun ku ingin...  Kebabasan ku rindui Keheningan berusaha ku hindari tak bisa Aku terjebak...  Aku tak bisa... Ku tulisi tangisku basah kertas ku Saat pagi hingga malam menyendiri tertekan kesunyian Tak bisa memaksa karna ku bukan tuan rumah Aku hanyalah pengunjung mungkin...  Atau aku hanya aku... 

SEPASANG LANGKAH

Image
Sepasang langkah kembali memulai perjalanan Setelah sempat singgah bersiap diri Mencoba hadirkan pribadi yang lebih baik  Menikmati proses sampai tiba pertemuan Tentang kemana kan dituju ia siap Perjalanan tak lagi sunyi Sebab langkah tak lagi sendiri Hari - hari yang lalu tercatat menuju perubahan Tentang hari esok.... Tentang akhir kisah romansa yang tercipta Menua bersama bahagia Jejak - jeajak yang tertinggal Seketika menguap menuju atmosfer cinta Seraya ikut semarakkan bahagia sang tuan  Sang tuan bersyukur... Sebab sepasang langkah telah siap Kemana kan dituju ia siap  Berjalan bersama hingga ujung waktu... Bahagia yang tercipta tanpa pura - pura Bahagia yang ada di syukuri.... 

TERJEBAK KISAH TAHUN LALU

Image
Hari ini masih sama seperti kemarin Hanya kita tak lagi di tahun lalu Banyak lagi yang tak sama Berubah atau mungkin baru terjadi Aku yang masih disini sendiri Dan kau yang kini bahagia dengan nya... Dengan dia yang pernah kau ceritakan dulu Dengan dia yang selalu kau tunggu  Silahkan saja .... Selagi kau suka dan kau bahagia Tidak lagi terjebak di kisah masa lalu Saat ku tulis dirimu jadi puisi ku Tanpa kau tahu Tanpa kau mengerti bahwa ku suka itu Tepat ketika kau memutuskan pergi Menganggap ku hanya sebagian tokoh figuran Dalam alur keindahan hidup mu Angin berhembus dingin... Menyapu debu jalanan  Menarik kenangan tahun lalu Aku tak tahan... Aku tertekan rindu... Bisakah kita memutar waktu??? Berharap kau tak bertemu dengan nya Hingga kita bisa bersama hari ini Hingga kita bisa bersama esok hari Hingga kita bisa bersama sampai  tua datang menghampiri.... 

BUNGA DI PINGGIR JALAN

Image
Kau bunga di pinggir jalan Yang ku sapa setiap langkah ku  Atau kau hanya lubang di pinggir jalan Memaksa aku singgah dan kau jatuhkan aku terpuruk Dalam lubang - lubang pengharapan Hingga aku terus berusaha meraihmu Diatas sana memandangku kasihan Hingga ku sadar usahaku sia - sia Karena ternyata kau tak sendiri Mengapa... Kau tarik aku jatuhkan aku Bila ternyata kau bunga bertuan Tak dapat ku miliki Atau mungkin... Memandang mu saja aku tak bisa lagi... Sebab sang tuan pasti tak suka Terima kasih... Telah menjadi warna indah dalam perjalanan ku Hingga kini aku siap Untuk kembali melangkah lanjutkan Sampai jumpa di jalan pulangku... Kau bunga di pinggir jalan Ku harap saat itu kau tak lagi bertuan Jadi bunga indahku...

AKU BERSEDIH AKU MENULIS

Image
Kau bertanya bagaimana aku bersedih... Seperti langit yang kehilangan mataharinya Seperti tulisan ini pula yang kau baca Bersedih seperti hari - hari terasa terulang Kau... Disaat hujan reda tampak indah  Seperti pelangi yang hanya tampak sesaat setiap setelah ku rundung kesedihan Kau hanya seperti apa yang selalu datang dan berlalu setelahnya Bagaimana aku bersedih Kau cari di setiap jejak tinta dalam bait - bait kesedihanku Di setaip lembaran yang tak lagi bersih Di setiap hari yang ku lewati Seperti angin seolah tak pernah ada Pagi yang dingin... Aku bersedih... Aku menuliskanmu kata - kata.....

KAMU..

Image
Bahasaku bahasa hatiku Bisa kau bayangkan betapa indah puisi ku   Jika setiap aku ingin menulis aku selalu Membayangkanmu??? Aku mencintai puisiku...kata- kata ku.. Bisa kau bayangkan bagaimana aku mencintai Jika semua puisi ku tentang mu??? Bisa kau bayangkan jika suatu hari nanti Perpisahan yang kita takutkan menjadi nyata Bagaimana aku bisa menulis bait - bait ku Jika puisi yang ku tulis hanya untuk mu Dan semuanya tentang mu?? Bisakah kau bayangkan bagaimana aku kehilangan kata - kata??? Bisakah kau bayangkan bagaimana aku tertekan lara kecarian tentang mu??? Bisakah kau selalu ada disini Hingga aku tak perlu mencari dimana aku bisa menemukan jiwa puisi ku

PECINTA KATA

Image
Dibalik meja disudut kamarku Disana biasa ku habiskan waktu menyepi menyendiri Menuliskan bait - bait upayaku apapun itu Menangisi kata - kata yang tak bisa terucap Dibalik jendela disamping meja tulis ku Hujan diluar sana menitikkan kenangan - kenangan tertinggal kenangan - kenangan kebodohan diriku sadar hari ini bukan kemarin Telah sampai disini... Meneduh sejenak dari waktu yang terus berlalu tak mau menunggu Baris - baris puisi yang ku cintai Tak menemukan penikmatnya Dimana dia kata - kata kecarian Aku membayangkan sebuah buku Tentang apa yang aku cintai Tentang kata yang mencari penikmatnya Aku ingin lembar - lembar ku tulisi Terdengar mereka penikmat kata yang kadang sepi Yang katang kutangisi Karena hanya bisa ku tulis Bertahan dalam lembaran - lembaran lusuh yang ku jaga selalu

LANGKAH BAHAGIA

Image
Berjalanlah bagaimana kalian suka Mungkin aku memang lebih baik menetap Kalian bahagia Aku biar tertekan lara Antara sepi dan sendiri Dalam kebisuan yang dingin Entah kemana aku berjalan Tetap menatap langit kusam Yang ku jadikan tujuan  Tempat terakhir aku mungkin Kalian bahagia aku harap juga  di dua dataran yang berbeda di bawah langit yang sama di dua suka yang beda juga Kalian bahagia aku berusaha Seperti kalian mencipta tawa aku sulit Seperti kalian melangkah aku terbelit Lanjutkan bahagia tinggal disini untukku Aku juga ingin bahagia Dalam sepi dan sendri