KEMARIN
OLEH : Nahdla Imamul Dewana Duduk ku di pinggiran menatap menerawang Saksikan kabut mengudara selimuti bukitan Bukitan pun tak tampak dalam pandang Pun tentang rasa yang dulu ada Harapan tentang kita telah sirna Tertutup jarak di bawah langit yang sama Seperti senja kemarin Datang dan pergi lalu kembali ia berubah jadikan mata tak lagi mampu mengenali bunga yang dulu indah sampai ku jadi penikmat senja senja yang datang hanya menyapa debu di pinggir jendela kamar hampa.... kau hanya embun di daun pagi sejuk namun sejenak menguap pergi menghilang dengan sejuta indah yang sempat kau hantarkan jadikan jiwa ini mengendap tersia terbuang angan yang menggebu inginkan akhir yang indah semua kau bawa pergi lalu kau campakkan hingga ku tak mampu temukan ditengah luasnya samudera di sela cahaya mentari pagi diantara rintik hujan menusuk bumi aku yang sekaranag... kehilangan buta... kehilangan membisu... kehilangan tuli semua tentang apa...