Posts

Showing posts from March, 2017

KEMARIN

Image
OLEH : Nahdla Imamul Dewana Duduk ku di pinggiran menatap menerawang Saksikan kabut mengudara selimuti bukitan Bukitan pun tak tampak dalam pandang Pun tentang rasa yang dulu ada Harapan tentang kita telah sirna Tertutup jarak di bawah langit yang sama Seperti senja kemarin Datang dan pergi lalu kembali ia berubah jadikan mata tak lagi mampu mengenali bunga  yang dulu indah sampai ku jadi penikmat senja senja yang datang  hanya  menyapa debu di pinggir jendela kamar hampa.... kau hanya embun di daun pagi sejuk namun sejenak menguap pergi menghilang dengan sejuta indah yang sempat kau hantarkan jadikan jiwa ini mengendap tersia terbuang angan yang menggebu inginkan akhir yang indah semua kau bawa pergi  lalu kau campakkan hingga ku tak mampu temukan ditengah luasnya samudera di sela cahaya mentari pagi diantara rintik hujan menusuk bumi aku yang sekaranag... kehilangan buta... kehilangan membisu... kehilangan tuli semua tentang apa...

MELATA(H).....

Rintik hujan hari ini .... Menetes mengalir menuju arah tak berujung  Basahi bumi pertiwi yang begitu di junjung Pun menarik hasrat ingin berkunjung tak lagi hari ini... tentang negeri ini.... hanyalh tinggal tempat ibunda membuai adinda di masa lampau hanyalah tinggal ranah basah terendam hanyalah gedung - gedung pongah tertulis dalam bait - bait pujangaa tentang negeri yang sangat dicinta seketika menghidupkan jiwa natural menghambakan embun pagi yang tak pernah lagi menyapa angin pun tak lagi menari manja seperti dulu merayu burung di pohong jati tentang negeri ini... sudahi... kami tak ingin ini... hanya saja kami ingin kembali seperti kala kami kuasai hari awal hari.... sampai habis hari ini... kembalikan akan cita - cita hingga hidup dio nanung cinta harmoni tak lagi melata menghinakan diri tangan menengadah menjerit di negeri ini.. menghamba pada angkuh tak berbelas kasih mengais makan dibawah kuasa tirani ...