KEMARIN
Duduk ku di pinggiran menatap menerawang
Saksikan kabut mengudara selimuti bukitan
Bukitan pun tak tampak dalam pandang
Pun tentang rasa yang dulu ada
Harapan tentang kita telah sirna
Tertutup jarak di bawah langit yang sama
Seperti senja kemarin
Datang dan pergi lalu kembali ia berubah
jadikan mata tak lagi mampu mengenali bunga yang dulu indah
sampai ku jadi penikmat senja
senja yang datang
hanya menyapa debu di pinggir jendela kamar
hampa....
kau hanya embun di daun pagi
sejuk namun sejenak menguap pergi menghilang
dengan sejuta indah yang sempat kau hantarkan
jadikan jiwa ini mengendap tersia
terbuang angan yang menggebu
inginkan akhir yang indah
semua kau bawa pergi
lalu kau campakkan hingga ku tak mampu temukan
ditengah luasnya samudera
di sela cahaya mentari pagi
diantara rintik hujan menusuk bumi
aku yang sekaranag...
kehilangan buta...
kehilangan membisu...
kehilangan tuli
semua tentang apa yang kurasa indah tentang mu dan kau bawa pergi...
Saksikan kabut mengudara selimuti bukitan
Bukitan pun tak tampak dalam pandang
Pun tentang rasa yang dulu ada
Harapan tentang kita telah sirna
Tertutup jarak di bawah langit yang sama
Seperti senja kemarin
Datang dan pergi lalu kembali ia berubah
jadikan mata tak lagi mampu mengenali bunga yang dulu indah
sampai ku jadi penikmat senja
senja yang datang
hanya menyapa debu di pinggir jendela kamar
hampa....
kau hanya embun di daun pagi
sejuk namun sejenak menguap pergi menghilang
dengan sejuta indah yang sempat kau hantarkan
jadikan jiwa ini mengendap tersia
terbuang angan yang menggebu
inginkan akhir yang indah
semua kau bawa pergi
lalu kau campakkan hingga ku tak mampu temukan
ditengah luasnya samudera
di sela cahaya mentari pagi
diantara rintik hujan menusuk bumi
aku yang sekaranag...
kehilangan buta...
kehilangan membisu...
kehilangan tuli
semua tentang apa yang kurasa indah tentang mu dan kau bawa pergi...

Comments
Post a Comment