SESAL(I)



Angin sore berhembus berayun menyapu debu jalanan
Langkah semakin berat gontai tak berselera
Menekan jiwa hingga tak dapat lagi ber euforia
Sesali waktu berlalu tak menunggu





Dapat kutarik jarum tak hentikan waktu
Hari kemarin telah berlalu ku pilu merenung
Sebab ku tega lalui sisakan petikan kecewa
Doa kau panjatkan tak menyata
Sebab ku libas dengan angan tak berperi
Jadikan hatimu retak perih bak tersiram cuka

Maafkan anakmu....
Jika tak jadi jawaban doa kau panjatkan setiap sujudmu
Tersentak kau tak menyangka
Pun diri ini tak bermaksud menarik kau dalam kecewa
Maafkan anakmu.....
Maafkan jika kau merasa gagal
Maafkan jika kau merasa sia-sia
Maafkan jika pengorbananmu berbalas luka menyayat hati

Diri ini tak tahu diri...
Diri ini tak sadar diri...
Diri ini menghina dalam amal
Diri ini menekan harapan jadikan kecewa tak tertahankan....

Maafkan.....
Maafkan....

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

KAMPUNG HALAMAN

Tentang Kita

Usaha